Beginilah Kegiatan One Day Boarding School di Spemjitu

dikdasmenwiyung

Beginilah Kegiatan On Day Boarding School Spemjitu
foto bersama usai kegiatan ODBS spemjitu

Surabaya, dikdasmenwiyung.com – One Day Boarding School (ODBS) adalah salah satu cara SMP Muhammadiyah 17 Surabaya (Spemjitu) membentuk siswa – siswinya menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, religius dan memiliki karakter yang kuat. Kegiatan tersebut rutin diselenggarakan setiap tahun 4 kali.

Kali ini Spemjitu kembali mengadakan kegiatan selama 2 hari, mulai dari Jumat (22/9/23) hingga Sabtu (23/9/23) untuk seluruh siswa putrinya di SMP Muhammadiyah 17 Surabaya dengan tema “Membentuk Generasi Muda Islam Yang Cerdas, Regius dan Berkarakter”.

Kegiatan ini dibuka oleh Ustadzah Lisyimatil Labibah SPd selaku ketua panitia. Dengan anutusias Ustadzah Lisyi menyampaikan peraturan, serta pesan untuk siswi peserta ODBS.

“ODBS kali ini para siswa sehari menjadi santri, kalian akan merasakan gimana rasanya menjadi santri dalam satu hari. Manfaatkan satu hari ini sebaik mungkin biar mendapatkan ilmu yang bermanfaat”, tutur Ustadzah Lisyi, Jum’at (22/9/2023).

“Alhamdulillah hari kegiatan ODBS pertama tahun ini bisa dilaksanakan, ada 4 ODBS dalam satu tahun”, imbuhnya.

Setelah pembukaan, rangakaian acara berlanjut dengan sholat dzuhur berjamaah, kemudian disusul materi pertama yang disampaikan oleh Ibunda Tsuwaibatul Aslamiyah dari Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya.

Ibunda Aslamiyah menyampaikan materi seputar fiqih wanita yang membahas tentang thoharoh dengan ringkas dan jelas.

Kemudian setelah materi pertama para siswi diberi waktu untuk istirahat, sholat dan membersihkan diri selanjutnya disusul dengan kegiatan muhadhoroh.

Kegiatan muhadhoroh diisi dengan pidato–pidato 5 bahasa, yakni bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Jawa, bahasa Indonesia dan bahasa Madura. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai berbagai bahasa.

Setelah itu, dilanjut dengan Isoma hingga pukul 19.00 WIB kemudian  menghafal mafudzot. Disusul dengan ice breaking dari para siswi sebelum lanjut materi kedua.

Materi kedua diisi oleh Akhwan Alfian Hidayatullah SPd yang membawakan materi “Membentuk Generasi Muda Islam Yang Cerdas Religius dan Berkarakter”.

Akhwan Alfian menceritakan pengalamannya awal mula berkarir di Muhammadiyah.

“Saya awal–awal karir di Muhammadiyah itu bukan karena keinginan sendiri, tapi karena orang lain. Saya pertama kali masuk itu menjadi ketua IPM SMA Muhammadiyah 7 Kenjeran dan belum tahu apa–apa, namun karena itu saya mempelajari Muhammadiyah”, ucapnya.

Alfian juga menceritakan bagaimana terbentuknya gerakan remaja tanpa pacaran sebagai gerakan meminimalisir pergaulan bebas remaja di Surabaya.“Dulu ada gerakan yang namanya gerakan tanpa pacaran, pada awalnya dibentuk pada tahun 2014–2015 pemerintah memantau kota–kota besar, berapa banyak pelajar–pelajar Indonesia yang masih dinyatakan gadis. Hal ini membuat kami ingin mencegah pergaulan bebas”, tuturnya.

“Intinya, kita manusia harus menjaga diri kita sebaik mungkin dan tetap berada dijalan Allah”, pungkasnya. (Florence).

 

Leave a Comment

 

Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah dan Pendidikan Non Formal Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung

Kontak Kami

Sekretariat: Jalan Mastrip No. 174, Wiyung, Surabaya 60299

Telp. 031-7668370

Email: dikdasmen.wiyung@gmail.com

Open chat
1
Scan the code
Assalamualaikum, Wr. Wb

Ada yang bisa dibantu?